DIGITAL MUSIK



PERKEMBANGAN MUSIK DIGITAL

Musik Digital adalah reproduksi suara dari sinyal digital yang telah dirobah keasalnya menjadi sinyal analog, perekaman suara digital dengan cara pengkodean angka biner hasil dari perobahan sinyal suara analog dengan bantuan frekwensi sampling. Musik digital bisa juga berasal dari suara sintetis, contoh peralatan sumber suara sintetis MIDI merupakan sumber suara digital berbagai instrumen musik yang bisa dimainkan oleh pemusik. Bentuk penyimpanan sinyal digital dalam media berbasis teknologi komputer. Format digital dapat menyimpan data dalam jumlah besar, jangka panjang dan berjaringan luas.
            Pada awalnya, manusia hanya biasa mendengarkan musik secara langsung. Benar-benar secara langsung, tidak melalui rekaman. Material cetak pertama yang digunakan adalah kertas lirik dan notasi musik. Pada abad 19-an, di Amerika, orang-orang lebih mengenal penulis lagu, daripada orang atau seniman musik yang membawakannya. Jadi pada masa itu, orang-orang lebih memilih untuk membeli notasi musik atau lirik. Lalu, untuk dapat mereproduksi musik agar bias dikonsumsi oleh masyarakat luas, diciptakanlah musik box dan Nickelodeon. Nickelodeon adalah sejenis kotak musik, atau permainan piano yang dioperasikan dengan koin. Thomas Edison pertama kali mengembangkan perekam dan pemutar ulang suara, atau phonograph ini, ia membayangkan menggunakan suatu perangkat untuk merekam, atau yang cara kerjanya seperti mesin penjawab telepon, tapi dengan penggunaan utamanya adalah sebagai hiburan musikal. Dan pada tahun 1906, Victor Talking Machine Company mengenalkan Victrola. Victrola adalah phonograph yang namanya telah dipatenkan oleh perusahaan tersebut. Sejak itu, orang-orang menjadi gemar mendengarkan musik di rumah mereka masing-masing, hingga phonograph sangat cepat dijadikan media bagi orang-orang yang ingin mendengarkan music. Pada masa itu, jenis musik pertama yang digemari oleh masyarakat adalah musik jazz, sedangkan orang Afrika-Amerika lebih suka mendengarkan musik blues, walaupun tidak terlalu disukai oleh kelompok lain. Secara meningkat, baik musisi dan penikmat musik sama-sama mulai mendengarkan musik melalui format baru digital. Saat ini, musik umumnya direkam dalam bentuk CD atau compact disc. Dengan banyak beredarnya musik atau audio dalam bentuk format compact disc, semakin berkembang juga teknologi pemutar medianya, orang-orang mungkin lebih mengenalnya dengan CD player atau pemutar CD digital. Selanjutnya, dari format CD, format musik atau audio bergerser ke format MP3. MP3 adalah MPEG (Moving Picture Expert Group) audio layer III. MP3 sebuah ekstensi file yang memungkinkan penyimpanan sebuah musik atau audio dalam ukuran yang lebih kecil, namun tetap tidak berkurang kualitasnya. Tapi, jikak ita ingin ukuran file yang lebih kecil, kita juga bisa mengompress ukuran file tersebut, namun dengan konsekuensi, semakin kecil ukuran file, semakin rendah juga kualitasnya. Jadi pada standarnya, kualitas suara yang dihasilkan file MP3, dapat setara dengan kualitas suara yang dihasilkan oleh data dalam format CD.
               
BEBERAPA CONTOH MEDIA MUSIK PADA ERA DIGITAL
11,   JOOX
 JOOX - Free streaming music, Live and Karaoke- screenshot JOOX menyiapkan streaming musik gratis. Fitur ini nggak sembarangan, streaming yang disajikan berkualitas tinggi. Apalagi, kamu nggak akan pernah diganggu sama yang namanya iklan nan menyebalkan jika sudah VIP. Kenikmatan lainnya adalah aplikasi ini juga bisa memuat data-data musik yang ada memori internal ataupun ekternal dengan cara meng-import terlebih dahulu. Berikut fitur yang ditawarkan oleh JOOX :
• Koleksi Besar – Akses musik secara instan, lagu barat maupun lokal
• Radio JOOX – Akses ke lebih dari 50 radio dengan playlist yang luas
• Rekomendasi Playlist – Temukan playlist dari kami dengan lagu-lagu yang nyetel dengan mood kamu.
• Personalisasi Musik – Atur playlist mu denga lagu-lagu favorite mu untuk setiap acara.
• Real Time Sharing – Share lagu-lagu mu dengan teman-teman WeChat mu dan di Moments WeChat.
• Live Chat – Ayo lebih dekat dengan artis idola di JOOX Live
• Memutar Sesukamu
• Download Untuk Mendengarkan Offline
• Streaming Kualitas Tinggi
• Bebas Iklan

2.     Poweramp Music Player

Dibuka dengan aplikasi yang bisa memainkan musik kamu dengan balutan antarmuka yang menawan ialah Poweramp Music Player. Aplikasi ini mampu memainkan format audio seperti .MP3, .MP4/MP4A termasuk .ALAC, .OGG, .WMA, .FLAC, .WAV, .KERA, .WV, .TTA, .MPC, dan juga .AIFF. Kamu bisa juga mengatur bass dantreble sesuai dengan keinginan kamu. Fitur lainnya termasuk dukungan gapless playback, replay gain, memutar musik dari folder, tema visual yang dapat dikustomisasi, dan lain sebagainya. Berikut fitur yang ditawarkan dari aplikasi ini :
– Memainkan mp3, mp4 / m4a (termasuk ALAC.), Ogg, wma *, flac, wav, kera, wv, tta, mpc, aiff
– 10 Band dioptimalkan equalizer grafis untuk semua format yang didukung, preset, preset kustom
– Bass kuat terpisah dan penyesuaian Treble
– Ekspansi stereo, mono pencampuran, keseimbangan
– Yuni Shara
– gapless
– Gain ulangan
– Memainkan lagu dari folder dan dari perpustakaan sendiri
– Antrian dinamis
– Lirik mendukung, termasuk mencari lirik melalui musiXmatch Plugin
– Embed dan file .cue mandiri dukungan
– Dukungan untuk m3u, M3U8, pls, playlist WPL
– Berdasarkan OpenGL animasi cover art
– Download hilang seni album
– Tema kustom visual, banyak kulit yang tersedia di Play
– 4 jenis widget dengan banyak gaya dipilih, kustomisasi canggih; Android widget layar 4,2 kunci
– Layar kunci dikonfigurasi
– Dukungan headset, Lanjutkan otomatis pada headset dan / atau koneksi BT (dapat dinonaktifkan dalam pengaturan)
– scrobbling
– Tag editor
– Perpustakaan cepat scan
– Tingkat kustomisasi tinggi melalui pengaturan

3.     BlackPlayer Music Player

BlackPlayer adalah elegan Pemutar musik lokal yang modern gratis. Sangat mudah untuk digunakan dan salah satu yang tercepat. Berikut fitur yang ditawarkan dari aplikasi ini :
– Mendukung standar format file musik lokal seperti MP3, WAV, OGG.
– Membangun di Equalizer, bassboost & 3D surround virtualizer atau pilihan untuk menggunakan Equalizer eksternal.
– Dukungan Flac (4.1+)
– Gapless pemutaran.
– Lihat & Edit tertanam lirik
– HD Album mencakup manajemen, auto dan manual.
– ID3 Tag Editor, mengedit Track, Album & Artis
– Tema diganti, font dan warna.
– Sangat disesuaikan.
– Musik scrobbling.
– 3 widget.
– Sleep timer
– Desain minimalis datar.
Crossfading (dukungan terbatas)






BEBERAPA CONTOH MEDIA MUSIK SEBELUM ERA DIGITAL
1.Piringan Hitam

https://cdn-images-1.medium.com/max/1600/0*pcAklUziK_RQ6arX.jpg
Dulu piringan hitam sangat popular terutama tahun-tahun awal abad ke 20. Penemu pertamanya adalah Kevin Gerald yang menggunakan pemutar piringan hitam (phonograph) sebagai alat untuk membunyikan musik. Sebenarnya piringan hitam sudah ditemukan sebelumnya oleh Charless Cros pada tahun 1887. Tapi dia tidak bisa membunyikannya dengan sempurna karena hanya menggunakan pena saja. Di tahun berikutnya, Piringan hitam jenis baru yang lebih sempurna ditemukan oleh Emlie Barliner, tepatnya tahun 1888. Lalu ia memberi hak paten untuk label Barliner Gramaphone.
Sejak masa itu hingga pertengahan abad 20, Teknologi Pemutar Musik piringan hitam meluas ke seluruh dunia. Namun karena harga pemutar dan piringannya cukup mahal, yang memilikinya hanya orang kelas menengah ke atas saja.
2.Kaset Pita
https://cdn-images-1.medium.com/max/1600/0*9rSULSuyf1Vov1ZQ.png
Alat ini diperkenalkan oleh Philips pada tahun 1963 sebagai media penyimpanan dan pemutar musik. Dua tahun setelahnya, Compact Audio Cassette diproduksi secara masal. Sejak tahun 70an produsen tape dari berbagai Negara mulai membuat alat pemutar kaset yang kita kenal dengan tape recorder. Pada tahun 1980an, Sony menciptakan Walkman sebagai alat pemutar musik portable.
https://cdn-images-1.medium.com/max/1600/0*g043sP3YJYgsLLm6.jpg

Keunggulan kaset daripada piringan hitam adalah bentuknya yang lebih ringkas dan juga pemutarnya yang bisa dibawa kemana-mana. Tapi, keawetan kaset pita ini tidak lebih lama dari piringan hitam. Terkadang kaset pita ini juga dapat kusut sehingga akan mengurangi kualitas lagu yang sedang diputar. Seiring dengan waktu akibat penggunaan, kualitas suara akan berkurang dan harus digantin dengan kaset baru
3.CD Player
Teknologi Pemutar Musik Digital Audio Tape mulai diperkenalkan sejak tahun 90an. Penyimpanan audionya ada 2 versi, yakni menggunakan Compact Disk (CD) dan sejenis pita kaset yang berukuran lebih kecil dari pita kaset pada umumnya. Bentuknya lebih kecil dari piringan hitam dan kapasitas penyimpanannya lebih besar daripada kaset pita. Pada saat awal kemunculannya, produsen CD tidak berani untuk langsung bermain di pasar global karena kelemahan DAT yang disimpan dalam CD, bisa di-copy ke CD lain sama persis kualitasnya tanpa ada distorsi. Lalu berkembang ada VCD, DVD, yang tidak hanya memutar musik namun juga video.
Pada November 1984, dua tahun setelah CD diproduksi secara massal, Sony mengeluarkan Discman sebagai media pemutar portable. Musik dalam format CD, VCD maupun DVD memiliki kualitas suara yang lebih baik tetapi tetap mengalami gangguan jika disc tersebut tergores, berdebu ataupun rusak

·         Elemen Pendukung
Ada beberapa situs yang menyediakan lagu yang dapat diunduh secara langsung (gratis) atau berbayar. Lagu yang ditawarkan berformat digital. Misalnya situs www.napster.com yang cukup digandrungi kala itu namun harus berakhir karena dianggap melanggar hak cipta. Ada pula Insound, Rhapsody, dan Apple iTunes Music Store, Lala.com, mdu04522.com dan lain sebagainya. Selain itu di Indonesia kini ada pula toko musik digital secara online misalnya equionxdmd dan Import hingga Digital Beat Store.

Keunggulan

Musik dalam format digital memiliki beberapa keunggulan dibanding musik dalam medium konvensional, yaitu :
A.    format yang beragam dapat disesuaikan dengan teknologi yang digunakan
B.     kualitas copy yang serupa dengan master memudahkan penggandaan dari pihak perusahaan rekaman tanpa menurunkan mutu
C.     proses penjualan dengan pendekatan single atau satu lagu terbukti jauh lebih efektif dan efisien ketimbang medium konvensional seperti kaset atau CD

Kekurangan

1.      Dengan segala kelebihannya, musik digital memiliki beberapa kekurangan juga yaitu :
2.      kemudahan perekaman dan penggandaan rekaman memacu terjadinya pembajakan yang tentu saja akan merugikan
3.      penyebaran musik digital di Internet tidak bisa sepenuhnya dikontrol oleh label sehingga memengaruhi pemasukan untuk label.


Efek Media Sosial Pada Perkembangan Musik
Kelebihan Media Sosial dalam Perkembangan Musik
Berkembangnya media sosial juga turut mempengaruhi perkembangan musik di masyarakat. Kemudahan mengakses media sosial, bisa dimanfaatkan musisi dan masyarakat. Di pihak musisi, mereka bisa manfaatkan media sosial sebagai media promosi untuk karya-karya mereka. Sedangkan bagi masyarakat, media sosial bisa menjadi sarana untuk mengetahui perkembangan musik terbaru yang sedang tren. Selain itu, kita juga bisa berbagi musik yang kita suka dengan orang lain. Media sosial juga dapat menjadi sarana bagi kita untuk mengembangkan kreativitas. Kita dapat membuat karya ciptaan kita sendiri, dan membagikannya ke orang lain. Tentunya hal ini menjadi hiburan bagi masyarakat ditengah penatnya kehidupan sehari-hari.
Kekurangan Media Sosial dalam Perkembangan Musik
Jenis file musik atau audio dalam format MP3 memungkinkan untuk dapat diakses lebih mudah dan bebas. Banyak sekali situs-situs yang menyediakan layanan pengunduhan file dalam bentuk MP3. Dan banyak pula yang menyediakan jasa pengunduhan MP3 tersebut secara cuma-cuma. Hal ini sangat memudahkan akses kita untuk dapat menikmati musik dalam format MP3 secara mudah dan gratis, mengingat juga untuk membeli musik dalam bentuk CD, kita harus mengeluarkan biaya yang agak mahal, karena CD musik yang dijual sudah dilindungi oleh hak cipta. Karena musik dalam format MP3 yang bisa bebas kita unduh secara gratis umumnya adalah file yang melanggar undang-undang hak cipta, atau pembajakan. Maka hal ini menjadi isu yang penting, karena secara tidak langsung, kita juga menjadi pihak yang menikmati hasil pembajakan tersebut dan merugikan si pemilik hak cipta, dalam konteks ini berarti si penyanyi, atau pencipta lagu tersebut. Hal ini selalu menjadi kontroversi belakangan ini, adalah mengenai isu penyalahgunaan hak kekayaan intelektual atau HKI. Saat ini kita dapat dengan mudah mengakses musik secara gratis, atau membeli dari berbagai situs. Tanpa kita sadari, ada beberapa hak kekayaan intelektual yang kita abaikan. Hak kekayaan intelektual ini dimiliki oleh sesorang yang membuat karya atau buku tersebut. Hal ini juga menyangkut perlindunagan moral dan perlindungan hak cipta. Perlindungan hak cipta ini merupakan hak eksklusif yang dimiliki oleh pemilik hak cipta suatu musik atau karya tersebut dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Di Indonesia, perlindungan hak cipta telah diatur dalam Undang-undang No 19 Tahun 2002. Dengan kata lain, pemilik hak cipta, bebas memperbanyak karyanya, baik berupa buku, film, musik, dan sebagiannya. Kalaupun ada pihak yang ingin memperbanyak karya tersebut, maka harus mengikuti prosedur undang-undang hak cipta, sehingga pihak pemilik hak cipta tidak merasa dirugikan. Karena pada dasarnya, perlindungan hak cipta juga secara tidak langsung melindungi hak moral dan hak ekonomi dari si pemilik hak cipta. Contohnya, ketika dengan sebuah karya musik, seorang musisi mampu mendapatkan penghasilan. Lalu, musik karyanya dibajak dan digunakan oleh orang lain untuk diperbanyak, dan hanya menguntungkan pihak pembajak tersebut. Hal ini sering kita temui dalam penyebaran MP3 secara gratis di situs-situs tidak berlisensi. Tentunya hal ini menjadi pelanggaran yang jika dilakukan, seharusnya harus mendapat sanksi hukum.
































Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DEMOKRASI DIGITAL

    CONTOH KASUS ELECTRONIC VOTES IN HAITI DARI UANG PUBLIK DALAM DEMOKRASI  DI ERA DIGITAL Konsep Demokrasi Digital ...